9 Obat Sakit Pinggang Tradisional Di Apotik

Pusat Kesehatan Tulang dan Sendi

Khasiat Buah Keben Untuk Mata Minus

Ingin lepas dari ketergantungan menggunakan kacamata dan memiliki mata yang normal kembali ?
Semua aktivitas pasti membutuhkan bantuan mata. Apa jadinya jika mata tidak berfungsi dengan baik akibat gangguan kesehatan pada mata ? Misal kelainan mata minus, plus, katarak, silinder, mata perih dan berair.



Tahukah anda bahwa ada buah yang dapat membantu mengatasi permasalahan pada mata secara alami ?
Keben adalah tanaman berbentuk pohon yang berkayu lunak dengan ketinggian 5-17 meter dan memiliki diameter batang sekitar 50cm. Pohon inipun umumnya memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Memiliki daun yang besar, mengkilap, dan berdaging. Daun muda berwarna merah tua dan tulang daun merah muda terlihat sangat cantik. Setelah daun tersebut tua akan berubah menjadi kekuningan. Di Papua buah ini disebut Rabon pi. Keindahan daun dan bunganya menjadi tanaman ini dibudidayakan di daerah tropis dan diperbanyak dengan menggunakan bijinya. 

Kandungan Senyawa Aktif dan Efek Farmakologis Buah Keben

Penelitian mengungkapkan kandungan senyawa aktif dalam tanaman keben. Peneliti Belanda menemukan zat-zat saponin beracun dalam biji yang sudah diterapkan dalam ilmu kedokteran. Penelitian lain juga menunjukan bahwa selain saponin, buah dan biji keben pun mengandung asam galat, asam hidrosianat yang terdiri dari monosakrida dan jgua triterpneoid yang terdiri dari asam bartogenat, asam 19-epibartogenat dan asam anhidrobartogenat. Senyawa aktif dalam biji keben ini diduga kuat sangat baik bagi pengobatan dari golongan saponin.
Jenis saponin yang telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari keben misalnya ranuncosida VIII, barrinin A1, 3-O-{[b-D-galactopyranosyl(1’!3)-b-D-glucopyranoyl(1’12)], 22-O-(2-methylbutyroyloxy, dll. Saponin yang berada dalam biji Barrigtonia tersebut adalah jenis terbaru yang belum dapat dikenali. Oleh karenanya kandugan senyawa tersebut menjadikan Keben telah memiliki banyak aktivitas farmakologi seperti anti bakteri, antijamur dan juga anti tumor.
Asal-Usul Biji dan Buah Keben Dijadikan Sebagai Obat Tetes Penyembuh Penyakit Mata
Heinrich pada akhir tahun 2002, menemukan manfaat buah serta biji keben ini untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit pada mata. Mulai dari rabun jatuh, rabun dekat, silinder hingga katarak. Pertama kalinya beliau menguji coba obat tetes mata ini pada dirinya sendiri. Saat itu beliau menderita hipermetropi plus 4. Dan setelah ditetesi sebanyak 20 kali, masing-masing 2 tetes setiap 2 hari sekali ia berasa ada perubahan perbaikan pada matanya. Lalu diperkuat dengan pemeriksaan matanya ternyata hipermetropianya menjadi plus 2. Obat tetes mata ini tidak menyebabkan efek samping, hanya setelah penetesan ke mata akan terasa perih 15-30 menit. 
Khasiat Buah Keben Untuk Mata Minus

Pengalaman empiris menyatakan bahwa obat tetes mata keben dapat menyingkirkan kelainan mata minus serta silinder dengan cara permanen 100% pada anak-anak yang belum memasuki masa puber. Untuk orang dewasa obat tetes mata ini dapat menurunkan mata minus dan silinder hingga 75%.

Cara kerja ekstrak biji keben untuk menyembuhkan mata minus dan silinder masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Dugaan sementara ekstrak biji keben ini dapat menyegarkan saraf-saraf optik mata yang telah lemah. Sehingga mata minus dan silinder bisa menjadi normal kembali.
Saat proses penyembuhan, penurunan mata minus akan terjadi secara progresif. Karena itu kacamata yang sudah tidak cocok akibat minus atau silindernya menyusut sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan terus menerus. Pergantian kacamata dapat dilakukan apabila sudah tidak ada penurunan angka minus. Untuk melihat penurunannya, penderita yang sedang melakukan pengobatan dianjurkan untuk memeriksa matanya ke dokter secara berkala setiap 1 bulan sekali. 
Waktu yang digunakan untuk menyembuhkan miopi tergantung pada beberapa hal apalagi terhadap besarnya minus, usia penderita dan ada atau tidaknya penyakit diabetes. Dari pengalaman empiris yang telah ada, melalui pengawasan dokter, setelah dilakukan 10-12 penetesan, minusnya bisa menyusut 0,5. Setelah itu dengan cara progresif, minus akan menurun hingga mencapai angka minus tertentu atau hingga sembuh total. 
Penetesan dilakukan setiap 2 kali sehari, masing-masing mata sebanyak 2 tetes. Sebagai contoh apabila seseorang menderita minus 2, setelah 20-24 hari minusnya akan menurun sebesar 0,5 hingga menjadi 1,5 dan akan sembuh total setelah 40-48 penetesan atau dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan.

Updated: August 29, 2016 — 6:19 am
Info Kesehatan dan Penyakit © 2017 Frontier Theme