Info Kesehatan dan Penyakit

Informasi Seputar Pengobatan

Khasiat Jamur Truffle Untuk Kesehatan Mata

Khasiat Jamur Truffle Untuk Kesehatan Mata,- Truffle disebut sebagai jamur termahal di dunia. Keberadaan jamur ini sangatlah langka, dan menjadi buruan banyak orang. Saat perubahan iklim di Wilayah Eropa, jamur ini semakin sulit untuk didapatkan. 

Uraian Tanaman : 
Jamur ini memiliki kulit luar yang tebal dan halus teksturnya, tetapi ada juga yang kasar. Aromanya unik dan tajam. Untuk mencari jamur liar berkualitas pun tak mudah. Di Italia para pencari jamur ini perlu menjelajahi bukit yang dingin dan bahkan perlu anjing pelacak untuk mengendus keberadaan truffle yang ada di dalam tanah. 

Jamur truffles adalah sejenis jamur yang hidup sebagai mikoriza (jamur yang tumbuh bersimbiosis pada akar tanaman lain). Jamur ini tergolong pada jamur bergenus Tuber, kelas Ascomycetes, dan divisi Mycota. Nama spesiesnya sendiri adalah Tuber magnatum (white truffles) dan Tuber melanosporum (black truffles).

 

Jamur truffle adalah salah satu hidangan yang masuk dalam kategori mewah dan memiliki harga yang lumayan mahal. Di Eropa bahan makanan ini dipercaya dapat mengembalikan keremajaan kulit wajah dengan menggunakannya secara langsung.
“Truffle merupakan produk liar dan tumbuh dengan alami. Jamur ini adalah jamur yang tidak bisa kita olah dan kita kontrol. Maka dari itu truffle tidak bisa diprediksi. Jamur truffle selalu diusahakan produksinya. Kabar buruknya adalah truffle tidak tumbuh di Indonesia, truffle hanya ditemukan di luar negeri dan itupun tumbuh di daerah tertentu saja pada musim-musim tertentu.
Ternyata truffle yang hargaya sangat mahal ini merupakan obat terbaik untuk penyakit mata. Bila dicampur dengan bubuk itsmid dan digunakan sebagai celak akan memperkuat kelopak mata dan menambah ketajaman mata. Ada juga yang berpendapat bahawa air tersebut baik pula digunakan untuk mendinginkan mata. Air jamur itu sendiri merupakan obat.

Sejarah Jamur Truffles

Pada abad ke-17 jamur ini mulai dikenal karena rasanya yang enak, dan sangat disukai Raja Francis I dari Prancis. Lambat laun negara-negara barat lainnya pun menyukai jamur ini. Di pasar Prancis, jamur truffles populer di akhir tahun 1780-an. Hanya golongan orang-orang kaya yang biasa menyantap hidangan ini.
Budi daya “White Truffles”
Di awal tahun 1808, jamur truffles mulai dibudidayakan meskipun hasil panennya tidak seperti dugaan. Pada tahun 1825 Jean-Anthelme Brillat- Savarin mulai mencatat karakteristik dan beberapa kiat-kiat sukses dalam pembudidayaan jamur truffles.
Auguste Rousseau dari Carpentras pada tahun 1847 menanam 7 hektare pohon ek. Di luar perkiraan, ia memanen jamur truffles yang melimpah ruah dan atas hasil ini di tahun 1855 pada pekan raya dunia di Paris dia diberi penghargaan.
Memasuki abad ke-20, seiring dengan kemajuan industri, budi daya jamur ini mengalami kemunduran. Lahan-lahan yang dulunya terpelihara perlahan tidak terurus, hingga akhirnya menjadi hutan belantara. Produksi jamur pun terhenti saat Perang Dunia I pecah.
Hukum ekonomi pun berlaku saat itu. Jamur truffles sangat susah dicari, yang berakibat pada meroketnya harga hingga terjadi saat ini. Sejak saat itu jamur truffles menjadi komoditas elite dan langka. Hanya ada pada tempat dan perayaan tertentu.

Pasar “White Truffles”
Jamur ini paling banyak dipasarkan pada bulan Januari. Hal ini terjadi karena pada bulan ini terjadi panen di berbagai tempat. Pada saat itu, black truffles bisa dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp 990.000 hingga Rp 2,7 juta per setengah kilogramnya, tergantung dari berhasil tidaknya panen.
Sedangkan white truffles yang kebanyakan berasal dari Kota Alba, Italia, pasar tersibuk terjadi pada bulan Oktober dan November (saat panen). Saat itulah, harganya jauh lebih mahal daripada black truffles, berkisar antara Rp 9 juta hingga Rp 19 juta per setengah kilogram.
Selain kedua varian tadi, ada satu jenis truffles yang dapat dipanen kapan saja, yaitu black summer truffles (Tuber aestivum) yang ada di Italia Utara dan Tengah. Rasa dan aromanya tidak sekuat dua varian yang lain, sehingga harganya lebih murah. Setengah kilogramnya dihargai sekitar Rp 623.000,00.
Di Cina ada juga spesies truffles yang lain, namanya Tuber sinensis (Tuber indicum). Bentuknya seperti black truffles, tetapi rasa dan teksturnya lunak dan liat. Jumlah hasil panennya sedikit sehingga spesies yang satu ini tidak terlalu dikenal.
Kini banyak negara mendomestikasi budi daya jamur truffles, seperti Selandia Baru, Australia, dan Cina. Akan tetapi, white truffles asli dari Alba, Italia tetap menjadi primadona para pencinta kuliner dunia.
By : www.infokesehatandanpenyakit.com| Khasiat Jamur Truffle Untuk Kesehatan Mata
Updated: September 17, 2016 — 7:39 am
Info Kesehatan dan Penyakit © 2017 Frontier Theme