diakonia adalah

Diakonia Adalah

Posted on

Diakonia Adalah

Diakonia adalah pelayanan kasih karunia yang dilakukan oleh umat Kristen atas nama Kristus. Dalam praktiknya, diakonia dapat berupa kegiatan sosial, seperti membantu orang miskin, merawat orang sakit, atau memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung. Contoh diakonia adalah kegiatan pelayanan di panti jompo oleh sekelompok umat Kristen.

Diakonia memiliki peran penting dalam ajaran Kristen. Diakonia merupakan wujud nyata kasih kepada sesama, sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Dengan menjalankan diakonia, umat Kristen dapat menunjukkan imannya dan menjadi berkat bagi orang lain. Salah satu perkembangan penting dalam sejarah diakonia adalah munculnya lembaga-lembaga diakonia, seperti panti asuhan dan rumah sakit, yang memberikan pelayanan sosial secara lebih terorganisir.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang diakonia, termasuk pentingnya, manfaatnya, dan perkembangan historisnya. Kita juga akan mengeksplorasi berbagai bentuk diakonia yang dapat dilakukan oleh umat Kristen.

Diakonia adalah

Diakonia adalah salah satu aspek penting dalam ajaran Kristen. Diakonia merupakan wujud nyata kasih kepada sesama, sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Dengan menjalankan diakonia, umat Kristen dapat menunjukkan imannya dan menjadi berkat bagi orang lain.

  • Pelayanan
  • Kasih
  • Kepedulian
  • Solidaritas
  • Keadilan
  • Perdamaian
  • Pembebasan
  • Pemberdayaan
  • Keselamatan

Kesembilan aspek ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Diakonia tidak hanya sekedar memberikan bantuan sosial, tetapi juga mencakup upaya untuk mengubah struktur masyarakat yang tidak adil dan menindas. Diakonia juga merupakan wujud dari iman Kristen, yang percaya bahwa setiap orang adalah ciptaan Tuhan yang berharga dan berhak untuk hidup dalam damai dan sejahtera.

Pelayanan

Pelayanan merupakan aspek penting dari diakonia. Pelayanan adalah tindakan melayani orang lain dengan kasih dan tanpa pamrih. Dalam konteks diakonia, pelayanan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti membantu orang miskin, merawat orang sakit, atau memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung.

  • Pelayanan kasih
    Pelayanan kasih adalah pelayanan yang didasari oleh kasih kepada sesama. Pelayanan ini tidak mengharapkan imbalan apa pun dan dilakukan dengan tulus ikhlas.
  • Pelayanan yang merendahkan diri
    Pelayanan yang merendahkan diri adalah pelayanan yang tidak mencari pengakuan atau pujian. Pelayanan ini dilakukan dengan kerendahan hati dan kesadaran bahwa kita semua adalah hamba Tuhan.
  • Pelayanan yang sabar
    Pelayanan yang sabar adalah pelayanan yang tidak mudah menyerah. Pelayanan ini dilakukan dengan kesabaran dan pengertian, meskipun menghadapi tantangan atau kesulitan.
  • Pelayanan yang penuh sukacita
    Pelayanan yang penuh sukacita adalah pelayanan yang dilakukan dengan sukacita dan semangat. Pelayanan ini tidak menjadi beban, tetapi justru menjadi sumber kebahagiaan.

Keempat aspek pelayanan ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Pelayanan yang sejati adalah pelayanan yang dilakukan dengan kasih, merendahkan diri, sabar, dan penuh sukacita. Pelayanan seperti ini akan menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan nama Tuhan.

Kasih

Kasih merupakan aspek mendasar dari diakonia. Kasih adalah motivasi dan kekuatan pendorong di balik semua tindakan pelayanan. Kasih Kristen berakar pada kasih Allah bagi manusia, yang diwujudkan dalam diri Yesus Kristus. Kasih ini tidak terbatas pada perasaan emosional, tetapi juga mencakup tindakan nyata untuk kesejahteraan orang lain.

Kasih merupakan komponen penting dari diakonia karena kasih menggerakkan orang untuk melayani orang lain dengan kasih sayang, belas kasihan, dan pengampunan. Kasih mengatasi perbedaan dan prasangka, dan menginspirasi orang untuk bekerja sama untuk kebaikan bersama. Kasih juga memberikan kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan.

Contoh nyata kasih dalam diakonia dapat dilihat dalam pelayanan kepada mereka yang miskin dan tertindas. Banyak orang Kristen tergerak oleh kasih untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung, seperti dengan memberikan makanan, tempat tinggal, dan pendidikan. Kasih juga memotivasi orang Kristen untuk memperjuangkan keadilan sosial dan perubahan struktural untuk mengatasi akar penyebab kemiskinan dan ketidakadilan.

Pemahaman tentang hubungan antara kasih dan diakonia memiliki implikasi praktis yang signifikan. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa diakonia harus selalu dimotivasi oleh kasih, bukan oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan atau imbalan. Kedua, hal ini menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan mereka yang kita layani, sehingga kita dapat memahami kebutuhan mereka dan melayani mereka dengan kasih dan hormat.

Kepedulian

Kepedulian merupakan aspek penting dalam diakonia. Kepedulian adalah sikap memperhatikan dan memperhatikan kesejahteraan orang lain. Dalam konteks diakonia, kepedulian diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu dan mendukung mereka yang membutuhkan.

  • Kepedulian yang Tulus
    Kepedulian yang tulus adalah kepedulian yang tidak dibuat-buat atau dimotivasi oleh kepentingan pribadi. Kepedulian ini muncul dari hati yang penuh kasih dan belas kasihan.
  • Kepedulian yang Empatik
    Kepedulian yang empatik adalah kepedulian yang mampu memahami dan merasakan perasaan orang lain. Kepedulian ini memungkinkan kita untuk melayani orang lain dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Kepedulian yang Aktif
    Kepedulian yang aktif adalah kepedulian yang tidak hanya berhenti pada perasaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Kepedulian ini mendorong kita untuk membantu orang lain dengan cara apa pun yang kita bisa.
  • Kepedulian yang Berkelanjutan
    Kepedulian yang berkelanjutan adalah kepedulian yang tidak mudah menyerah. Kepedulian ini tetap teguh bahkan ketika menghadapi tantangan atau kesulitan.

Keempat aspek kepedulian ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Kepedulian yang sejati adalah kepedulian yang tulus, empatik, aktif, dan berkelanjutan. Kepedulian seperti ini akan menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan nama Tuhan.

Solidaritas

Solidaritas merupakan salah satu aspek penting dalam diakonia. Solidaritas adalah sikap atau perasaan bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi kesulitan atau tantangan bersama. Dalam konteks diakonia, solidaritas diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu dan mendukung mereka yang membutuhkan, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau status sosial.

Solidaritas merupakan komponen penting dari diakonia karena solidaritas menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara semua orang. Solidaritas mengatasi perbedaan dan prasangka, dan menginspirasi orang untuk bekerja sama untuk kebaikan bersama. Solidaritas juga memberikan kekuatan dan dukungan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan.

Contoh nyata solidaritas dalam diakonia dapat dilihat dalam pelayanan kepada para pengungsi. Banyak orang Kristen tergerak oleh solidaritas untuk membantu para pengungsi yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan. Solidaritas juga memotivasi orang Kristen untuk memperjuangkan hak-hak pengungsi dan mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi akar penyebab pengungsian.

Pemahaman tentang hubungan antara solidaritas dan diakonia memiliki implikasi praktis yang signifikan. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa diakonia harus selalu dimotivasi oleh solidaritas, bukan oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan atau imbalan. Kedua, hal ini menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan mereka yang kita layani, sehingga kita dapat memahami kebutuhan mereka dan melayani mereka dengan solidaritas dan hormat.

Keadilan

Keadilan merupakan salah satu aspek penting dalam diakonia. Keadilan adalah keadaan di mana setiap orang diperlakukan dengan adil dan setara, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau status sosial. Dalam konteks diakonia, keadilan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu dan mendukung mereka yang tertindas dan terpinggirkan.

Keadilan merupakan komponen penting dari diakonia karena keadilan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai. Keadilan mengatasi kesenjangan dan ketidakadilan, dan menginspirasi orang untuk bekerja sama untuk kebaikan bersama. Keadilan juga memberikan kekuatan dan dukungan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan.

Contoh nyata keadilan dalam diakonia dapat dilihat dalam pelayanan kepada masyarakat miskin dan tertindas. Banyak orang Kristen tergerak oleh keadilan untuk membantu masyarakat miskin dan tertindas mendapatkan hak-hak dasar mereka, seperti akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Keadilan juga memotivasi orang Kristen untuk memperjuangkan perubahan struktural untuk mengatasi akar penyebab kemiskinan dan ketidakadilan.

Pemahaman tentang hubungan antara keadilan dan diakonia memiliki implikasi praktis yang signifikan. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa diakonia harus selalu dimotivasi oleh keadilan, bukan oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan atau imbalan. Kedua, hal ini menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan mereka yang kita layani, sehingga kita dapat memahami kebutuhan mereka dan melayani mereka dengan keadilan dan hormat.

Perdamaian

Perdamaian merupakan salah satu aspek penting dalam diakonia. Perdamaian adalah keadaan di mana tidak ada konflik atau kekerasan, dan semua orang hidup dalam harmoni. Dalam konteks diakonia, perdamaian diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu dan mendukung mereka yang terkena dampak konflik dan kekerasan.

Perdamaian merupakan komponen penting dari diakonia karena perdamaian menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Perdamaian mengatasi konflik dan kekerasan, dan menginspirasi orang untuk bekerja sama untuk kebaikan bersama. Perdamaian juga memberikan kekuatan dan dukungan dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan.

Contoh nyata perdamaian dalam diakonia dapat dilihat dalam pelayanan kepada korban konflik dan kekerasan. Banyak orang Kristen tergerak oleh perdamaian untuk membantu korban konflik dan kekerasan mendapatkan penyembuhan fisik dan emosional. Perdamaian juga memotivasi orang Kristen untuk memperjuangkan perdamaian dan rekonsiliasi di daerah yang dilanda konflik.

Pemahaman tentang hubungan antara perdamaian dan diakonia memiliki implikasi praktis yang signifikan. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa diakonia harus selalu dimotivasi oleh perdamaian, bukan oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan atau imbalan. Kedua, hal ini menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan mereka yang kita layani, sehingga kita dapat memahami kebutuhan mereka dan melayani mereka dengan perdamaian dan hormat. Ketiga, hal ini mendorong kita untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di komunitas kita dan di seluruh dunia.

Pembebasan

Pembebasan merupakan salah satu aspek penting dalam diakonia. Pembebasan adalah tindakan membebaskan orang dari penindasan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam konteks diakonia, pembebasan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu dan mendukung mereka yang tertindas dan terpinggirkan.

  • Pembebasan dari penindasan

    Pembebasan dari penindasan adalah tindakan membebaskan orang dari segala bentuk penindasan, seperti penindasan politik, ekonomi, atau sosial. Contoh nyata pembebasan dari penindasan adalah perjuangan melawan rezim diktator atau melawan sistem apartheid.

  • Pembebasan dari kemiskinan

    Pembebasan dari kemiskinan adalah tindakan membebaskan orang dari kemiskinan dan segala dampak negatifnya, seperti kekurangan pangan, tempat tinggal, dan pendidikan. Contoh nyata pembebasan dari kemiskinan adalah program-program pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat miskin atau bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam.

  • Pembebasan dari ketidakadilan

    Pembebasan dari ketidakadilan adalah tindakan membebaskan orang dari ketidakadilan, seperti diskriminasi, eksploitasi, atau marginalisasi. Contoh nyata pembebasan dari ketidakadilan adalah perjuangan untuk hak-hak kelompok minoritas atau perjuangan melawan korupsi.

  • Pembebasan integral

    Pembebasan integral adalah pembebasan yang menyeluruh, yang tidak hanya mencakup pembebasan dari penindasan, kemiskinan, dan ketidakadilan, tetapi juga mencakup pembebasan dari dosa dan kematian. Pembebasan integral adalah tujuan akhir dari diakonia, yang berakar pada keyakinan bahwa Allah ingin membebaskan manusia dari segala bentuk penderitaan dan membawa mereka kepada kehidupan yang penuh dan berlimpah.

Pembebasan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari diakonia. Tanpa pembebasan, diakonia hanya akan menjadi tindakan amal yang bersifat sementara dan tidak dapat mengatasi akar penyebab penderitaan manusia. Melalui pembebasan, diakonia bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, damai, dan sejahtera, di mana setiap orang dapat hidup dalam kebebasan dan martabat.

Pemberdayaan

Pemberdayaan merupakan salah satu aspek penting dalam diakonia. Pemberdayaan adalah tindakan memberikan kemampuan kepada orang-orang untuk mengendalikan hidup mereka sendiri dan membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka.

  • Pemberdayaan Ekonomi

    Pemberdayaan ekonomi adalah tindakan memberikan orang-orang kemampuan untuk mengelola keuangan mereka sendiri, menafkahi diri mereka sendiri, dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Contoh nyata pemberdayaan ekonomi adalah program-program pelatihan keterampilan kerja untuk pengangguran atau bantuan modal usaha untuk pelaku usaha kecil.

  • Pemberdayaan Sosial

    Pemberdayaan sosial adalah tindakan memberikan orang-orang kemampuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka dan masyarakat mereka. Contoh nyata pemberdayaan sosial adalah program-program pengembangan kepemimpinan untuk kaum muda atau kelompok-kelompok masyarakat marjinal.

  • Pemberdayaan Politik

    Pemberdayaan politik adalah tindakan memberikan orang-orang kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan dan keputusan politik yang mempengaruhi kehidupan mereka. Contoh nyata pemberdayaan politik adalah program-program pendidikan politik untuk pemilih pemula atau kampanye advokasi untuk isu-isu sosial tertentu.

  • Pemberdayaan Rohani

    Pemberdayaan rohani adalah tindakan memberikan orang-orang kemampuan untuk bertumbuh dalam iman mereka, memahami Alkitab, dan menerapkan prinsip-prinsip Kristen dalam kehidupan mereka. Contoh nyata pemberdayaan rohani adalah program-program pembinaan iman atau kelompok-kelompok studi Alkitab.

Pemberdayaan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari diakonia. Tanpa pemberdayaan, diakonia hanya akan menjadi tindakan amal yang bersifat sementara dan tidak dapat mengatasi akar penyebab penderitaan manusia. Melalui pemberdayaan, diakonia bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, damai, dan sejahtera, di mana setiap orang dapat hidup dalam kebebasan dan martabat.

Keselamatan

Keselamatan adalah aspek penting dari diakonia karena diakonia bertujuan untuk membawa orang kepada keselamatan, baik keselamatan jasmani maupun rohani. Keselamatan jasmani mencakup pembebasan dari penderitaan, kemiskinan, dan ketidakadilan, sementara keselamatan rohani mencakup pengampunan dosa, pembaruan hidup, dan kehidupan kekal. Diakonia percaya bahwa keselamatan tidak dapat dipisahkan, dan keduanya harus dikejar bersama-sama.

Salah satu cara diakonia membawa orang kepada keselamatan adalah melalui pelayanan kasih. Pelayanan kasih yang tulus dan tanpa pamrih dapat menunjukkan kasih Allah kepada orang-orang yang membutuhkan, dan menggerakkan mereka untuk berbalik kepada Tuhan. Selain itu, diakonia juga memberikan bantuan praktis kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti makanan, tempat tinggal, dan pendidikan. Bantuan ini dapat membantu orang-orang untuk keluar dari kemiskinan dan penderitaan, dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertumbuh dan berkembang.

Selain itu, diakonia juga berupaya untuk membawa keselamatan rohani kepada orang-orang melalui kesaksian dan pemuridan. Diakonia percaya bahwa keselamatan hanya dapat ditemukan di dalam Yesus Kristus, dan mereka berupaya untuk membagikan kabar baik tentang keselamatan kepada semua orang yang mereka layani. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti khotbah, pengajaran Alkitab, dan kesaksian pribadi.

Pemahaman tentang hubungan antara keselamatan dan diakonia memiliki implikasi praktis yang signifikan. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa diakonia harus selalu dimotivasi oleh keinginan untuk membawa orang kepada keselamatan. Kedua, hal ini menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan mereka yang kita layani, sehingga kita dapat memahami kebutuhan mereka dan melayani mereka dengan cara yang paling efektif. Ketiga, hal ini mendorong kita untuk bekerja sama dengan orang lain untuk mempromosikan keselamatan di komunitas kita dan di seluruh dunia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Diakonia

Bagian FAQ ini memberikan jawaban atas pertanyaan umum dan kesalahpahaman umum seputar diakonia. FAQ ini akan membahas berbagai aspek diakonia, termasuk pengertiannya, pentingnya, dan praktiknya.

Pertanyaan 1: Apa itu diakonia?

Diakonia adalah pelayanan kasih dan keadilan yang dilakukan oleh umat Kristen atas nama Kristus. Diakonia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang miskin, tertindas, dan terpinggirkan.

Pertanyaan 2: Mengapa diakonia itu penting?

Diakonia penting karena merupakan wujud kasih Allah bagi dunia. Melalui diakonia, umat Kristen dapat menunjukkan iman mereka dan menjadi terang bagi dunia. Diakonia juga penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai.

Pertanyaan 3: Apa saja bentuk-bentuk diakonia?

Bentuk-bentuk diakonia sangat beragam, antara lain memberikan bantuan sosial, mendampingi korban bencana, memperjuangkan keadilan sosial, dan menyebarkan kasih Kristus. Diakonia dapat dilakukan oleh individu, kelompok, dan lembaga.

Pertanyaan 4: Siapa yang dapat melakukan diakonia?

Semua orang Kristen dapat melakukan diakonia, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang. Diakonia adalah panggilan bagi semua orang Kristen untuk melayani orang lain atas nama Kristus.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara memulai melakukan diakonia?

Cara memulai melakukan diakonia adalah dengan menemukan kebutuhan di lingkungan sekitar dan mencari cara untuk membantu. Diakonia dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti membantu tetangga yang membutuhkan atau memberikan sumbangan kepada organisasi amal.

Pertanyaan 6: Apa tantangan dalam melakukan diakonia?

Tantangan dalam melakukan diakonia antara lain keterbatasan waktu dan sumber daya, kesalahpahaman dari orang lain, dan risiko kelelahan. Namun, tantangan ini dapat diatasi dengan mengandalkan Tuhan, bekerja sama dengan orang lain, dan menjaga motivasi untuk melayani.

FAQ ini memberikan pemahaman dasar tentang diakonia dan menjawab beberapa pertanyaan umum. Namun, masih banyak aspek diakonia yang dapat dibahas lebih lanjut. Bagian selanjutnya dari artikel ini akan membahas praktik diakonia dalam konteks masyarakat modern.

Tips Melakukan Diakonia

Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan diakonia secara efektif:

Tip 1: Identifikasi Kebutuhan
Langkah pertama dalam melakukan diakonia adalah mengidentifikasi kebutuhan di sekitar kita. Hal ini dapat dilakukan dengan berbicara dengan orang lain, mengamati lingkungan sekitar, atau membaca berita. Setelah kita mengetahui kebutuhan yang ada, kita dapat mulai mencari cara untuk membantu.

Tip 2: Berkolaborasi dengan Orang Lain
Diakonia tidak harus dilakukan sendirian. Bekerja sama dengan orang lain dapat membantu kita memperluas jangkauan dan dampak pelayanan kita. Kita dapat bermitra dengan organisasi amal, gereja, atau kelompok masyarakat lainnya.

Tip 3: Berikan Bantuan yang Berkelanjutan
Diakonia bukan hanya tentang memberikan bantuan jangka pendek. Penting untuk memberikan bantuan yang berkelanjutan, yang dapat membantu orang untuk keluar dari kemiskinan dan penderitaan. Bantuan berkelanjutan dapat berupa pelatihan kerja, pendidikan, atau pendampingan.

Tip 4: Hormati Martabat Orang Lain
Saat melakukan diakonia, penting untuk selalu menghormati martabat orang lain. Ini berarti memperlakukan mereka dengan hormat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan tidak memaksakan bantuan kita.

Tip 5: Jaga Motivasi
Melakukan diakonia bisa jadi menantang, tetapi penting untuk menjaga motivasi kita. Ingatlah bahwa kita melayani Tuhan dan sesama kita. Motivasi kita harus berasal dari kasih dan belas kasih, bukan dari keinginan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan.

Dengan mengikuti tips ini, kita dapat melakukan diakonia secara efektif dan membawa dampak positif bagi dunia.

Tips-tips ini hanyalah titik awal. Ada banyak cara lain untuk melakukan diakonia, dan penting untuk menemukan cara yang sesuai dengan minat dan kemampuan kita. Hal yang terpenting adalah kita melayani dengan hati yang tulus dan kasih yang tulus kepada sesama.

Kesimpulan

Diakonia adalah wujud nyata kasih dan keadilan Kristen. Melalui diakonia, umat Kristen dapat menunjukkan iman mereka dan menjadi terang bagi dunia. Diakonia memiliki banyak bentuk, mulai dari memberikan bantuan sosial hingga memperjuangkan keadilan sosial. Diakonia dapat dilakukan oleh semua orang Kristen, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang.

Beberapa poin utama dalam artikel ini meliputi:

  • Diakonia adalah bagian integral dari iman Kristen, yang dimotivasi oleh kasih kepada Tuhan dan sesama.
  • Diakonia memiliki dampak positif baik bagi mereka yang menerimanya maupun bagi mereka yang melakukannya, dengan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai.
  • Semua orang Kristen dipanggil untuk melakukan diakonia, dan terdapat banyak cara untuk terlibat, sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Diakonia adalah panggilan yang terus berlanjut, dan kita semua dipanggil untuk memainkan peran kita dalam melayani orang lain atas nama Kristus. Melalui diakonia, kita dapat membuat perbedaan di dunia dan menjadi saluran kasih dan keadilan Allah.